Rabu, 10 April 2013

Cara dan langkah untuk membuat website dengan menggunakan PHP dan MySQL

Artikel ini bertema “Panduan belajar membuat web dengan PHP dan MySQL”, karena saya ingin membuat rangkuman secara menyeluruh tentang bagaimana cara membuat sebuah web dinamis menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.
PHP
PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang berjalan di server.
PHP adalah singkatan dari PHP Hypertext Processor.
PHP digunakan untuk membuat website yang dinamis dan berinteraksi dengan database.



.
PHP dan MYSQL :
modul pertama (pembuatan aplikasi biodata) berisi materi :

    Pengenalan PHP dan MySQL
    Software yang digunakan belajar PHP
    Langkah untuk memulai belajar PHP
    Langkah pembuatan database di PhpMyadmin
    Langkah pembuatan modul program

Modul kedua(pembuatan aplikasi login) yang berisi materi :

    Pembuatan tabel admin
    Enkripsi md5
    Membuat form dalam file form_admin.php
    Pembuatan Session dalam file login.php
    Pengecekan Session dalam file home.php
    Pembuatan Session_destroy (logout) dalam file logout.php

Modul ketiga(edit template web) yang berisi materi :

    Cara mencari dan download file template di internet
    Cara edit file template web
    Cara menggabungkan aplikasi web kedalam sebuah template
    Cara penanganan URL dalam template web

Modul keempat(upload web ke hosting) yang berisi materi :

    Tahap persiapan di komputer local
    Membuat domain gratis di situs co.cc
    Membuat hosting gratis di situs byethost.com
    Membuat database di hosting byethost.com
    Mengimport database ke hosting byethost.com
    Mengupload file-file web ke hosting byethost.com
    Mengubah file koneksi database di hosting byethost.com
    Menggabungkan domain co.cc dengan hosting byethost.com


PHP
Banyak digunakan oleh programmer berlatar belakang C/C++ karena
kemiripan syntaxnya. Open source, karenanya gratis dan bebas.
Database pasangannya biasanya MySQL, dijalankan bersama webserver
Apache di atas operating system Linux. Semuanya gratis dan bebas.
5
II. Hello World
Dalam bagian ini, kita akan membuat kode program sederhana untuk
menunjukkan bagaimana aplikasi PHP bekerja.
Kita membutuhkan satu file yang akan kita namakan welcome.php
A. Source code
File welcome.php akan berisi tiga baris kode sebagai berikut :
<?
echo(“Hallo user .. !”));
?>
B. Compile
Kode program pada umumnya akan mengalami proses kompilasi
setelah source code selesai dibuat. Tetapi karena PHP adalah interpreted
language, kita tidak perlu mengkompile kode ini.
C. Deploy
Untuk mendeploy, copy file welcome.php ke dalam folder percobaan
yang telah disiapkan pada bagian instalasi di atas.
D. Error message
Kode di atas akan mengalami error, karena kita terlalu banyak menulis
tanda ). Pesan error akan muncul di layar, menunjukkan lokasi error
pada kode, dan tipe errornya.
E. Output
Perbaiki kode welcome.php sehingga menjadi seperti berikut ini:
<?
echo(“Hallo user .. !”));
?>
kode akan dapat dijalankan dengan baik dan menghasilkan output
sebagai berikut :
6
7
III. Statement dan Comment
A. Statement
Statement adalah satuan perintah dalam PHP. Statement harus diakhiri
dengan tanda semicolon/titik-koma (;).
Contoh statement :
echo(“hello user … !”);
Contoh lainnya :
echo(“4 + 5 = ” . 4+5);
B. Expression
Expression adalah satu bagian kecil kode yang akan dihitung hasilnya
oleh php. Contoh expression :
4 + 5
Penggunaan expression :
echo(“4 + 5 = ” . 4+5);
C. Comment
Comment adalah bagian dari kode yang tidak dieksekusi/dijalankan.
Comment dibuat untuk memperjelas atau memberi keterangan pada
kode program.
Ada dua cara menulis comment : comment satu baris dan comment
banyak baris.
Comment satu baris dibuat dengan menggunakan tanda //. Semua
statement yang ada di kanan // tidak dijalankan oleh interpreter. Contoh
penggunaan:
echo(“4 + 5 = ” . 4+5); // menampilkan hasil 4 + 5
Comment banyak baris dibuat dengan menggunakan pasangan /* dan
*/. Semua tulisan yang dibuat di antara tanda tersebut tidak akan
dieksekusi oleh interpreter. Contoh penggunaan :
8
/*
kode ini akan menampilkan hasil dari
4 + 5
*/
echo(“4 + 5 = ” . 4+5);
9
IV. Variabel dan Tipe Data
Variabel digunakan sebagai tempat penyimpanan data sementara. Data yang
disimpan dalam variabel akan hilang setelah program selesai dieksekusi.
Untuk penyimpanan data yang permanen, kita dapat menyimpan data di
database atau di disk. Silahkan mengacu pada Akses Database untuk
mendalami penggunaan database, dan Akses File dan Folder untuk
penyimpanan data di filesystem.
Variabel di PHP diawali dengan tanda $.
Untuk dapat menggunakan variabel, ada dua langkah yang harus dilakukan,
deklarasi dan inisialisasi.
A. Deklarasi variabel
Deklarasi variabel bisa disebut juga memperkenalkan atau
mendaftarkan variabel ke dalam program.
Dalam php, deklarasi variabel seringkali digabung dengan inisialisasi.
Variabel dalam PHP dinyatakan dengan awalan $.
Contoh :
$namaPembeli
$jumlahBarang
$harga
Ada beberapa aturan yang diikuti berkenaan dengan penggunaan nama
variabel. Aturan pemberian nama variabel :
�� Dimulai dengan tanda $
�� Karakter pertama harus huruf atau garis bawah ( _ )
�� Karakter berikutnya boleh huruf, angka, atau garis bawah.
B. Inisialisasi variabel
Inisialisasi variabel adalah mengisi nilai untuk pertama kalinya ke dalam
variabel. Contoh inisialisasi :
10
$namaDepan = “Endy”;
$namaBelakang = “Muhardin”;
$jumlahBarang = 3;
$harga = 1000;
C. Tipe data
Dalam bahasa pemrograman yang lain, ada bermacam-macam tipe
data, misalnya integer(bilangan bulat), float(bilangan pecahan),
char(karakter angka dan huruf), string(kumpulan huruf atau kata), dan
berbagai tipe lainnya.
PHP mengenal dua tipe data sederhana; numerik dan literal. Ditambah
dengan dua tipe data yang tidak sederhana, yaitu array dan object.
Tipe Numerik dapat menyimpan bilangan bulat. PHP mampu
menyimpan data bilangan bulat dengan jangkauan dari -2 milyar sampai
+2 milyar. Contoh bilangan bulat: 3, 7, 20.
Selain itu, tipe numerik juga digunakan untuk menyimpan bilangan
pecahan
Tipe literal digunakan untuk menyimpan data berupa kumpulan huruf,
kata, dan angka.
Tipe boolean, yang dikenal dalam bahasa program yang lainnya, tidak
ada dalam PHP. Untuk menguji benar salah (true false), kita
menggunakan tipe data yang tersedia. FALSE dapat digantikan oleh
integer 0, double 0.0 atau string kosong, yaitu "". Selain nilai itu, semua
dianggap TRUE.
Variabel dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data.
Misalnya data numerik yang dapat dioperasikan secara matematika.
Contoh :
$jumlahBarang = 3;
$harga = 1000;
$pembayaran = $jumlahBarang * $harga;
pada contoh di atas, variabel pembayaran akan menyimpan nilai 3000.
Sedangkan data non numerik (disebut juga data literal) tidak dapat
dioperasikan secara matematika. Contoh :
$nama = $namaDepan + $namaBelakang;
11
variabel nama akan menyimpan gabungan dari dua variabel, yaitu
“Endy Muhardin”.
Secara umum, data literal ditandai dengan pasangan “ dan “. Data
numerik tidak dikelilingi oleh “ dan “. Tetapi biasanya PHP akan secara
otomatis mengubah tipe data sesuai kebutuhan. Contoh :
$jalan = “Gubeng Kertajaya”;
$noRumah = 29;
$blok = 4c;
$jumlahPenghuni = 3;
$alamat = $jalan + $noRumah;
$hasil = $noRumah + $jumlahPenghuni;
$hasilAneh = $blok + $noRumah;
Pada sampel kode di atas, variabel alamat akan menyimpan nilai
Gubeng Kertajaya 29. PHP secara otomatis mengubah tipe data
variabel noRumah (numerik) menjadi literal. Variabel alamat akan bertipe
literal.
Variabel hasil akan menyimpan nilai 32, yaitu penjumlahan dari 29 dan
3.
Perhatikan, konversi otomatis ini kadang berjalan secara tidak
semestinya. Ini dapat dilihat dari variabel hasilAneh yang akan
menyimpan nilai 7. PHP mengambil nilai numerik dari variabel blok, yaitu
4, kemudian menambahkannya dengan isi variabel jumlahPenghuni. Hasil
akhirnya adalah 4 + 3, yaitu 7.
D. Passing Variable
Variabel dapat di-passing atau diteruskan ke halaman web berikutnya
yang diakses user. Ada beberapa teknik untuk meneruskan variabel,
diantaranya :
�� Melalui URL
�� Melalui Form
�� Melalui Cookie
URL
Variabel diteruskan melalui URL dengan format sbb
12
[alamat web]?var1=nilai1&var2=nilai2
Misalnya, untuk memberikan variabel $nama berisi “Endy” dan $alamat =
“Surabaya” ke welcome.php, kita akan menulis :
welcome.php?nama=Endy&alamat=Surabaya
Di kolom address pada explorer. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar
berikut.
Variabel ini dapat diakses di script welcome.php dengan cara sebagai
berikut :
<?
echo(“Variabel \$user berisi : $user”);
echo(“Variabel \$alamat berisi : $alamat”);
?>
Form
Cara lain untuk mengirim kedua variabel tersebut adalah dengan
menggunakan form dengan kode sebagai berikut :
<html>
<head>
<title>Passing Variable</title>
</head>
<body>
<form method="POST" action="welcome.php">
<p>Nama : <input type="text" name="nama”></p>
<p>Alamat : <input type="text" name="alamat"></p>
<p><input type="submit" value="Submit" name="B1"></p>
</form>
</body>
</html>
13
dan tampilan sebagai berikut :
form tersebut akan diproses oleh file welcome.php
Cookie
Penggunaan cookie akan dibahas pada bagian tentang session.
14
V. Operators
Operator digunakan untuk memanipulasi nilai suatu variabel. Variabel yang
nilainya dimodifikasi oleh operator disebut operand. Contoh penggunaan
operator misalnya 13 - 3. 13 dan 3 adalah operand. Tanda "-" disebut
operator.
Untuk kemudahan penjelasan, operator diklasifikasikan menjadi :
�� Arithmetic Operator
�� Assignment Operator
�� Comparison Operator
�� Logical Operator
�� Lain-lain
A. Arithmetic operator
Arithmetic Operator digunakan untuk melakukan perhitungan
matematika. Misalnya
$a = 5 + 3;
Operator "+" berfungsi untuk menambahkan kedua operand (5 dan 3).
Ada beberapa arithmetic operator, yaitu :
�� + : penjumlahan
�� - : pengurangan
�� * : perkalian
�� / : pembagian
�� % : nilai sisa pembagian
Contoh penggunaan :
Buatlah dua file berikut :
operator.htm
15
Komponen Nama Variabel
TextField kiri operand1
TextField kanan operand2
Operator op
Action hasilArithmetic.php
operator.php
<?
$perhitungan = $operand1.$operator.$operand2;
eval("\$hasil = $perhitungan;");
echo("Hasil Perhitungan : ");
echo("<b>");
echo($hasil);
echo("</b>");
?>
B. Relational operator
Relational operator digunakan untuk membandingkan nilai dari dua
operand. Hasil perbandingan dinyatakan dalam nilai boolean. TRUE
berarti benar, dan FALSE berarti salah.
Beberapa jenis relational operator :
�� == : memeriksa apakah operand kanan bernilai sama dengan
operand kiri
�� > : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar daripada
operand kanan
16
�� < : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil dengan
operand kanan
�� >= : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar atau
sama dengan operand kanan
�� <= : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil atau
sama dengan operand kanan
�� != : memeriksa apakah operand kanan tidak bernilai sama
dengan operand kiri
Untuk mengetahui cara penggunaan relational operator, buatlah contoh
seperti petunjuk berikut.
Tambahkan operator.htm sehingga menjadi seperti gambar di bawah:
Komponen Nama Variabel
TextField kiri operand1
TextField kanan operand2
Operator Op
Action hasilRelational.php
Buat file operator.php seperti ini :
17
<?
$perhitungan = $operand1.$op.$operand2;
$hasil = eval($perhitungan);
echo("Hasil Perhitungan : ");
echo("<b>");
echo($hasil);
echo("</b>");
?>
C. Logical operator
Logical Operator digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel
yang bertipe boolean. Hasil yang didapat dari penggunaan logical
operator adalah boolean.
Tabel logika berikut digunakan sebagai pedoman perhitungan
Operand kiri Operator Nama Operand kanan Hasil
TRUE && And TRUE TRUE
TRUE && And FALSE FALSE
FALSE && And TRUE FALSE
FALSE && And FALSE FALSE
TRUE || Or TRUE TRUE
TRUE || Or FALSE TRUE
FALSE || Or TRUE TRUE
FALSE || Or FALSE FALSE
TRUE Xor Exclusive Or TRUE FALSE
TRUE Xor Exclusive Or FALSE TRUE
FALSE Xor Exclusive Or TRUE TRUE
FALSE Xor Exclusive Or FALSE FALSE
! Not TRUE FALSE
! Not FALSE TRUE
Untuk melihat pemakaian logical operator, ikuti petunjuk di bawah ini.
File operator.php masih sama seperti di atas.
File operator.htm menjadi seperti di bawah ini :
18
D. Assignment Operator
Assignment operator digunakan untuk memberi/mengisi nilai ke dalam
variabel tertentu. Contoh sederhana :
$nama = "endy";
Pada contoh di atas, operator "=" digunakan untuk mengisi nilai "endy"
ke dalam variabel nama.
Selain operator "=", ada beberapa assignment operator yang lainnya,
seperti dapat dilihat pada penjelasan berikut :
Operator +=
Penjelasan :
Menambahkan nilai pada variabel
Contoh :
$a += 3;
sama dengan
$a = $a + 3;
Operator -=
Penjelasan :
Mengurangi nilai pada variabel
Contoh :
19
$a -= 3;
sama dengan
$a = $a - 3;
Operator *=
Penjelasan :
Mengalikan variabel dengan bilangan tertentu
Contoh :
$a *= 3;
sama dengan
$a = $a * 3;
Operator /=
Penjelasan :
Membagi variabel dengan bilangan tertentu
Contoh :
$a /= 3;
sama dengan
$a = $a / 3;
Operator %=
Penjelasan :
Mencari sisa hasil bagi variabel dengan bilangan tertentu
Contoh :
$a %= 3;
sama dengan
$a = $a % 3;
Operator &=
Penjelasan :
Melakukan operasi logical AND pada variabel
Contoh :
$a &= TRUE;
sama dengan
$a = $a & TRUE;
20
Operator |=
Penjelasan :
Melakukan operasi logical OR pada variabel
Contoh :
$a |= FALSE;
sama dengan
$a = $a | FALSE;
Operator ^=
Penjelasan :
Melakukan operasi bitwise xor pada variabel
Contoh :
$a ^= 3;
sama dengan
$a = $a ^ 3;
Operator .=
Penjelasan :
Menambahkan String pada variabel
Contoh :
$a .= “rudi”;
sama dengan
$a = $a . “rudi”;
Operator ++
Penjelasan :
Menambahkan nilai satu pada variabel
Contoh :
$a ++ ;
sama dengan
$a = $a + 1;
Operator --
Penjelasan :
Mengurangi nilai satu pada variabel
Contoh :
21
$a -- ;
sama dengan
$a = $a - 1;
E. Operator lain-lain
�� Operator penggabung String
Pada PHP, string digabungkan dengan operator . (titik).
Contoh penggunaan :
$string1 = "Hello";
$string2 = "World";
echo($string1." ".$string2);
akan menampilkan :
Hello World
�� Operator percabangan
Percabangan pada umumnya dilakukan dengan struktur if-else, seperti
pada contoh berikut:
if($user == "endy"){
echo("Welcome Endy");
}else{
echo("Wrong username");
}
Hal yang sama dapat dilakukan dengan cara :
echo($user == endy ? "Welcome Endy" : "Wrong username");
Perhatikan tanda ? dan :
PHP memeriksa apakah pernyataan di sebelah kiri "?" benar atau salah.
Apabila benar, pernyataan di sebelah kiri tanda ":" dieksekusi. Bila salah,
pernyataan di sebelah kanan ":" dieksekusi.
Lebih jelas tentang percabangan dapat dipelajari dalam bagian Control
Flow.
�� Operator Error Suppression
PHP menampilkan pesan error apabila built-in function (function yang
disediakan PHP) mengalami error. Misalnya tidak bisa membuka file,
tidak bisa mengakses database, dan lainnya.
Pada saat pembuatan aplikasi, pesan error ini sangat membantu dalam
menyelesaikan dan memperbaiki kesalahan pemrograman. Tetapi, pada
saat aplikasi selesai dibuat dan digunakan secara umum, pesan error ini
akan mengganggu pengguna.
Untuk mematikan pesan error tersebut, kita menggunakan operator @.
22
Contoh penggunaan :
@chdir("temp");
Pada kondisi normal, function chdir akan menimbulkan pesan error
apabila direktori temp tidak ditemukan atau tidak dapat diakses. Dengan
menggunakan operator @, PHP akan "diam saja" apabila direktori temp
tidak ditemukan atau tidak dapat diakses.
23
VI. Control Flow
Control flow dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai aliran
kendali. Maksud sebenarnya dari control flow adalah bagaimana urutan
eksekusi perintah di dalam program.
Misalnya, dalam function :
function testFlow()
{
int a = 5;
echo(a);
}
Perintah pertama yang dijalankan adalah mengisi nilai 5 ke dalam
variabel a.
Perintah kedua yang dijalankan adalah menampilkan nilai yang
tersimpan dalam variabel a (dalam hal ini 5) ke browser.
Control flow di atas merupakan sebuah contoh sederhana. Beberapa
control flow yang tersedia dalam PHP :
�� Percabangan (branching)
�� Perulangan (looping)
�� Perpindahan (jumping)
A. Percabangan
Percabangan, atau sering disebut juga dengan istilah decision-making,
memungkinkan aplikasi untuk memeriksa isi suatu variabel atau hasil
perhitungan ekspresi dan mengambil tindakan yang sesuai. Ada dua jenis
percabangan, dipilih berdasarkan kriteria pemeriksaan dan jumlah pilihan
yang tersedia.
if – else
Konstruksi if-else dapat dijelaskan sebagai berikut :
24
if(condition)
{
// statement 1 goes here
}
else
{
// statemant 2 goes here
}
// statement 3 goes here
Aliran program :
1. Condition akan diperiksa
2. Bila bernilai true, statement 1 akan dijalankan
3. Bila bernilai false, statement 2 akan dijalankan
4. Statement 3 dijalankan
if - elseif - else
Untuk pilihan yang lebih dari dua, PHP menyediakan konstruksi if-elseifelse.
if(condition1)
{
// statement 1
}
elseif(condition2)
{
// statement 2
}
else
{
// statement 3
}
// statement 4
Aliran program :
Ada 3 kemungkinan aliran program :
�� Apabila condition 1 bernilai true :
1. Statement 1 dijalankan
2. Statement 4 dijalankan
�� Apabila condition 1 bernilai false, dan condition 2 bernilai true :
1. Statement 2 dijalankan
2. Statement 4 dijalankan
25
�� Apabila condition 1 dan condition 2 bernilai false :
1. Statement 3 dijalankan
2. Statement 4 dijalankan
Contoh penggunaan if-else dapat dilihat dengan mengikuti contoh di
bawah. Buatlah dua file, control_flow.htm dan ifDemo.php.
control_flow.htm mempunyai tampilan sebagai berikut :
ifDemo.php berisi listing kode sebagai berikut :
26
<?
// ifDemo.php
// digunakan bersama control_flow.htm
$kelabu = "#303030";
$putih = "#FFFFFF";
if($kelamin1 == "Pria"){
$latar1 = $kelabu;
}else{
$latar1 = $putih;
}
if($kelamin2 == "Pria"){
$latar2 = $kelabu;
}else{
$latar2 = $putih;
}
if($kelamin3 == "Pria"){
$latar3 = $kelabu;
}else{
$latar3 = $putih;
}
if($kelamin4 == "Pria"){
$latar4 = $kelabu;
}else{
$latar4 = $putih;
}
$output = "
<table border=1>
<tr>
<td background=$latar1>$nama1</td>
</tr>
<tr>
<td background=$latar2>$nama2</td>
</tr>
<tr>
<td background=$latar3>$nama3</td>
</tr>
<tr>
<td background=$latar4>$nama4</td>
</tr>
</table>
";
echo($output);
?>
switch – case
konstruksi switch dapat dijelaskan sebagai berikut :
27
switch(a){
case 1;
// statement 1 goes here
break;
case 2;
// statement 2 goes here
break;
case 3;
// statement 3 goes here
break;
default;
// statement 4 goes here
break;
}
// statement 5 goes here
Aliran program :
1. Variabel a diperiksa
2. Statement dieksekusi
a) Apabila a == 1, statement 1 dijalankan
b) Apabila a == 2, statement 2 dijalankan
c) Apabila a == 3, statement 3 dijalankan
d) Apabila a tidak memenuhi 2a - 2c, statement 4 dijalankan
3. Statement 5 dijalankan
Keyword break memegang peranan penting di sini. Fungsinya adalah
mencegah fall-through, bandingkan dengan program berikut(break di
baris ke 5 dihilangkan)
switch(a){
case 1;
// statement 1 goes here
case 2;
// statement 2 goes here
break;
case 3;
// statement 3 goes here
break;
default;
// statement 4 goes here
break;
}
Aliran program :
1. variabel a diperiksa
2a. Apabila a == 1, statement 1 dijalankan, kemudian
menjalankan statement 2.
2b. Apabila a == 2, statement 2 dijalankan
28
2c. Apabila a == 3, statement 3 dijalankan
2d. Apabila a tidak memenuhi 2a - 2c, statement 4 dijalankan
3. Statement 5 dijalankan
Perbedaan ada pada langkah 2a. Bandingkan dengan listing pertama.
Untuk melihat contoh penggunaan switch – case, tambahkan tampilan
pada control_flow.htm menjadi seperti gambar di bawah.
Buat file switchDemo.php sebagai berikut :
<?
switch($bulan){
case 1 :
case 3 :
case 5 :
case 7 :
case 8 :
case 10 :
case 12 :
$hari = 31;
break;
case 4 :
case 6 :
case 8 :
case 11 :
$hari = 30;
break;
case 2 :
if(($tahun%4) == 0){
$hari = 29;
}else{
$hari = 28;
}
}
echo("<h2>Jumlah hari pada bulan $bulan tahun $tahun =
$hari hari</h2>");
?>
B. Perulangan
for
Looping dengan for disebut juga determinate loop, artinya looping yang
jumlah pengulangannya (iterasi) telah ditentukan di awal looping.
29
Ada beberapa bagian penting dari for loop:
�� Initialization expression
�� Stop condition
�� Iterative expression
�� Loop body
Initialization Expression dijalankan satu kali, pada saat looping dimulai.
Biasanya bagian ini digunakan untuk menginisialisasi
counter(penghitung).
Stop condition diperiksa nilainya sebelum setiap iterasi dieksekusi.
Apabila condition bernilai false, iterasi dihentikan.
Iterative expression dilakukan setelah iterasi dieksekusi. Bagian ini
biasanya digunakan untuk menambah nilai counter.
Loop body dieksekusi sekali setiap iterasi, merupakan perintah yang ingin
kita lakukan berulang-ulang.
Contoh kode di atas akan menampilkan tulisan Hello World di browser
sebanyak 10 kali.
Untuk melihat contoh penggunaan for, tambahkan tampilan pada
control_flow.htm menjadi seperti gambar di bawah.
Pasang baris kode berikut pada forDemo.php
<?
$jumlah = 0;
for($i=0; $i<strlen($kata); $i++){
if(substr($kata, $i, 1) == $huruf){
$jumlah ++;
}
}
?>
while
while loop juga dikenal dengan istilah indeterminate loop, artinya jumlah
loopingnya tidak ditentukan pada awal looping. while loop lebih
sederhana daripada for loop, karena cuma memiliki dua bagian:
30
Stop Condition
Loop body
Stop condition diperiksa sebelum tiap iterasi dilaksanakan. Selama stop
condition bernilai true, perintah dalam loop body akan dilakukan
berulang-ulang. Iterasi akan dihentikan apabila stop condition bernilai
false.
Sama seperti pada for loop, loop body dilaksanakan satu kali setiap
iterasi.
Loop di atas akan berjalan terus tanpa henti, karena tidak ada perintah
yang mengubah nilai stop condition.
do-while loop merupakan modifikasi dari while loop. Bentuknya dapat
dilihat pada sampel kode berikut:
do{
// some statement
}
while (a == true)
untuk melihat contoh penggunaan while, gunakan form yang sama
dengan forDemo.
Tambahkan baris kode berikut pada whileDemo.php
<?
$jumlah = 0;
$i = 0;
while($i<strlen($kata)){
if(substr($kata, $i, 1) == $huruf){
$jumlah ++;
$i++;
}
}
?>
C. Perpindahan
break
Break digunakan dalam looping untuk menghentikan suatu loop. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan kode berikut :
31
<?
// melakukan break pada $i == 2
for($i = 0; $1<5; $i++){
if($i == 2){
break;
}
echo("Nilai i : $i <br>");
}
echo(“Loop Selesai”);
?>
kode tersebut akan melakukan break pada saat i bernilai 2, sehingga
akan menghasilkan output sebagai berikut :
Nilai i : 0
Nilai i : 1
Loop Selesai
continue
continue berfungsi untuk melewati satu iterasi/putaran dalam rangkaian
loop. Untuk lebih jelasnya, kode di atas akan kita modifikasi.
<?
// melakukan continue pada $i == 2
for($i = 0; $1<5; $i++){
if($i == 2){
continue;
}
echo("Nilai i : $i <br>");
}
echo("Loop Selesai");
?>
kode tersebut akan melakukan break pada saat i bernilai 2, sehingga
akan menghasilkan output sebagai berikut :
Nilai i : 0
Nilai i : 1
Nilai i : 3
Nilai i : 4
Loop Selesai
return
perintah return berfungsi untuk memerintahkan kode untuk keluar dari
fungsi. Fungsi akan kita pelajari dengan lebih mendalam pada bagian
selanjutnya. Untuk sementara, fungsi cuma akan digunakan untuk
menjelaskan return. Perhatikan kode di bawah :
32
<?
function testReturn(){
for($i = 0; $1<5; $i++){
// melakukan return pada $i == 2
if($i == 2){
return;
}
echo("Nilai i : $i <br>");
}
echo("Loop Selesai");
}
// jalankan function
testReturn();
echo("Function selesai");
?>
outputnya adalah :
Nilai i : 0
Nilai i : 0
Function Selesai
Perhatikan bahwa Loop Selesai tidak dijalankan. Ini menunjukkan
bahwa setelah return dieksekusi, program langsung keluar dari function
dan mengeksekusi perintah setelah function, yaitu
echo(“Function Selesai”);
exit
exit digunakan untuk menghentikan keseluruhan script php. Untuk lebih
jelasnya, kita akan modifikasi kode di atas menjadi seperti berikut :
<?
function testExit(){
for($i = 0; $1<5; $i++){
// melakukan return pada $i == 2
if($i == 2){
exit;
}
echo("Nilai i : $i <br>");
}
echo("Loop Selesai");
}
// jalankan function
testExit();
echo("Function selesai");
?>
outputnya adalah :
Nilai i : 0
Nilai i : 0
Function Selesai
33
Perhatikan bahwa baris
echo("Function selesai");
Tidak dijalankan.
Untuk melihat contoh penggunaan break, continue, return, dan exit;
tambahkan tampilan pada control_flow.htm menjadi seperti gambar di
bawah.
Tambahkan baris kode berikut pada perpindahan.php
<?
/*
variabel yang dibutuhkan
$mark -> tempat dilakukan perpindahan
$perintah -> perintah pindah : continue, break, return, exit
*/
function execute($tanda, $perintah){
for($i=0; $i<11; $i++){
if($i == $tanda){
if($perintah == "continue"){
continue;
}elseif($perintah == "break"){
break;}
elseif($perintah == "return"){
return;
}elseif($perintah == "exit"){
exit;
}
}
echo($i."<br>");
}
echo("Looping Selesai<br>");}
execute($tanda, $perintah);
echo("Function execute selesai<br>");
?>



Diposkan oleh ardian crz

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews